November 14, 2014

Peringkat Kemudahan Bisnis di Indonesia Naik Ke Posisi 114



Peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) Indonesia  2015 naik tiga peringkat dibanding 2014, dari semula 117 menjadi 114. Kenaikan peringkat ini terutama disumbang oleh indikator kemudahan mendapatkan listrik (getting electricity) yang naik 23 peringkat dari semula 101 di tahun 2014 menjadi 78 di tahun 2015. Demikian sebagaimana dirilis oleh International Finance Corporation (IFC), lembaga dibawah Bank Dunia yang memberikan peringkat kemudahan berbisnis di 189 negara. Beberapa indikator yang mempengaruhi kemudahan berbisnis di Indonesia mengalami penurunan peringkat.

Peringkat kemudahan mendapatkan listrik naik cukup signifikan diantaranya karena pemangkasan prosedur dalam mendapatkan listrik, yaitu tidak ada lagi prosedur mendapatkan jaminan instalasi serta biaya yang terkait prosedur tersebut. Dengan pemangkasan prosedur tersebut maka jangka waktu untuk mendapatkan listrik bagi pelaku industri dan bisnis daya 147 kilo Volt Ampere (kVA) ke atas juga berkurang, dari semula 101 hari menjadi 91 hari.

Pemerintah dan PLN bersama stakeholders kelistrikan, yaitu asosiasi kontraktor listrik dan lembaga independen pemeriksa instalasi memang terus berupaya mempermu- dah para pelaku bisnis dan masyarakat umum untuk mendapatkan listrik. Upaya-upaya kemudahan yang dilakukan diantaranya :
1. Memangkas prosedur.
2. Mempercepat penyalaan tanpa mengurangi faktor penyalaan.
3. Menekan biaya.
4. Manajemen material penyambungan.
5. Membuka akses penyambungan melalui call center 123, facebook, twitter, website.


Info lebih lanjut kunjungi   http://www.doingbusiness.org/data/exploreeconomies/indonesia/ 

Upaya - upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait tersebut ternyata diapresiasi oleh Bank Dunia. Peringkat kemudahan mendapatkan listrik dalam beberapa tahun terakhir juga terus meningkat. Pada 2012, kemudahan mendapatkan listrik ada di peringkat 161 dari 189 negara, kemudian meningkat menjadi 147 di 2013 dan naik lagi menjadi 101 di  2014. 

Namun tantangan ke depan masih besar yaitu memperbaiki peringkat kemudahan mendapatkan listrik menjadi kurang dari 50. Dengan kata lain, PLN terus berupaya memperbaiki proses untuk memperoleh listrik. Hal ini untuk mendukung peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia dalam rangka menggerakkan pertumbuhan ekonomi. 

-PLN Newsletter-

No comments:

Post a Comment

Category