November 14, 2014

PLN Mendapatkan Penghargaan Fortune Global 500



PLN sukses membuktikan kinerjanya dengan menjadi perusahaan Indonesia yang masuk dalam Fortune Global 500 tahun 2014. Sebagai pendatang baru, PLN masuk di urutan  477  perusahaan terbesar dunia (http://fortune.com/global500/perusahaan-listrik-negara-477/). Pemeringkatan FORTUNE Global 500 adalah ajang tahunan yang dilakukan majalah Fortune sejak 1955. Dua BUMN, yaitu PLN & Pertamina masuk daftar Fortune Global 500 tahun ini.

Masuk dalam jajaran bergengsi 500 perusahaan  besar   dunia  yang  mencerminkan bentuk pengakuan dunia terhadap PLN merupakan pencapaian besar PLN. Bukan hal mudah bagi PLN untuk bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain di seluruh dunia. 

Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan "Ini sebuah penghargaan untuk PLN dan seluruh pelanggan.” Nur juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah mengantarkan PLN masuk daftar Fortune Global 500. Kriteria utama pemering- katan Fortune Global 500 berdasarkan total pendapatan    perusahaan per tahun fiskal  yang  berakhir pada atau sebelum 31 Maret 2014. Kemudian total pendapatan tersebut akan dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya. PLN membukukan pendapatan usaha 2013 sebesar Rp.257,4 triliun, naik 10,6% dari pendapatan usaha 2012 sebesar Rp.232,7 triliun. Meningkatnya pendapatan usaha ini berasal   dari  perpaduan  antara   kenaikan  volume penjualan tenaga listrik dan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang diberlakukan bertahap setiap triwulan mulai pemakaian Januari 2013. 

Kenaikan volume penjualan merupakan akibat pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak pada penambahan 3,8 juta pelanggan baru.  Penambahan jumlah pelanggan sebesar itu merupakah upaya yang luar biasa dari Perseroan dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat dimana sampai dengan akhir 2013 total pelanggan Perseroan telah mencapai 54 juta. Selain meningkatkan revenue, PLN juga terus berupaya meningkatkan efisiensi dalam penyelenggarakan layanan kelistrikan. Upaya itu diantaranya melalui program bauran energi, dengan menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam mengoperasikan pembangkit. Pada 2011 komposisi penggunaan BBM sebesar 24,8%, pada 2012 penggunaan BBM turun menjadi 15% dan pada 2013 turun lagi menjadi 12,4%. Pada saat yang sama penggunaan batubara dan gas terus meningkat. Pada 2011 penggunaan batubara sebesar 42,4%, pada 2012 sebesar 50,4% dan pada 2013 penggunaan batubara sebesar 51,4%.Untuk penggunaan gas pada 2011 sebesar 20,9%, pada 2012 sebesar 23,4% dan pada 2013 sebesar 24%. 

Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus menjaga agar tetap berada di posisi 500 besar perusahaan dunia melalui upaya perbaikan di berbagai sisi operasional dengan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). 

-PLN Newsletter-

No comments:

Post a Comment

Category