November 23, 2014

Kuliner Favorit: 10 Alasan Datang ke Waroeng Steak



Waroeng Steak Jogja : Kesan Pertama

Waroeng Steak, pertama kali tahu resto ini Tahun 2002 di Yogyakarta pas saya Bimbingan Belajar Neutron. khusus persiapan menghadapi SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, dulu dikenal UMPTN ya...). Ngekos sebulan bareng 10 temen. Waktu itu saya makan Waroeng Steak yang di jalan Taman Siswa. Sampe sekarang masih eksis.

Nah, awal sukanya memang karena denger ada tempat makan murah tapi enak. Makanya modern lg, steak! Anak kos memang ga pernah repot soal makanan, asal memenuhi 3 kriteria: Murah, Banyak, Enak.
Dan, potongan steak pertama di Jogja, ternyata terbawa kemanapun. 

Waroeng Steak Semarang : Rasa Sebulan Sekali

Nah, setelah saya kuliah di Semarang, saya sempat menemukan Waroeng Steak disana. Namun, anak kos dengan bulanan Rp.400.000,- hanya sanggup mengunjungi paling rutin sebulan sekali. Itupun klo masih cukup. Hee... Namun, potongan steak di Semarang pun terbawa. 


Waroeng Steak Palembang : Favorit Keluarga

Jogja, Semarang...lalu tugas di Bengkulu. Ketika tidak sengaja dinas ke Kantor Induk di Palembang, tak disangka melewati Waroeng Steak di Jl. Angkatan 66. Akhirnya, menjadi rutinitas mampir makan ketika dinas ke Palembang. 

Dan, sekarang sudah 6 bulan saya mutasi ke Kantor Induk di Palembang. Jaraknya hanya 10 menit dari tempat tinggal saya saat ini. Dan, setelah saya kenalkan resto ini kepada istri saya, istri saya suka. Makin seringlah saya dan istri serta Aidan (anak saya 1 tahun) makan disana. Klo ga bosen, bisa tiap weekend kami datang.

Sebetulnya, apa yang spesial dari dari Waroeng Steak ini? 
Ini sih 10 Alasan saya akan selalu datang ke Waroeng Steak dimanapun : 
  1. Murah Meriah. Bayangkan, hanya dengan Rp. 12.000,- saya bisa menikmati cita rasa steak ayam yang enak. Klo belum puas, bisa beli versi doublenya Rp. 16.000,-. Steak Sapi (Sirloin / Terderloin), cukup ditebus Rp.16.000,- dan Rp. 21.000,- untuk versi doublenya. Favorit saya keduanya. 
  2. Enak. Standar banget ya. Tp bayangkan, dimana lagi anda bisa menikmati steak enak dengan harga murah?
  3. Tempat Nyaman. Dimanapun sejak saya kenal 2002, Waroeng Steak selalu hadir dengan konsep yang sama. Warna kuning hitam mendominasi, sederhana tapi nyaman dan parkiran selalu luas. 
  4. Varian Menu Banyak (tetap dengan harga murah). Selain Steak Tepung dan Original (ayam, sapi, ikan, udang), sekarang sudah ada Chicken Drum Stick, Cordon Bleu, Beef Burger,dll. Minumannya pun variatif. 
  5. Pelayanan Cepat. Yup, dari dulu 2002 sampe sekarang saya hampir tidak pernah menunggu pesanan lebih dari 15 menit dalam kondisi super penuh!. Rata rata dibawah 10 menit. 
  6. No Woman Waiters. Entah kenapa. Tidak ada 1 pelayan wanitapun di resto ini.
  7. Men also women waiter. Ya, pelayan laki laki seluruhnya melakukan sendiri proses di resto. Dan mereka seramah dan seterampil pelayan wanita.
  8. Buka siang. Resto ini selalu buka setelah Dhuhur sekitar jam 13.00 dan tutup sekitar jam 22.00. 
  9. Team Work. Percaya ga, saya pernah datang kepagiang, sekitar jam 12.30, dan saya harus menyaksikan seluruh pelayan sholat dulu, berdoa dan yel yel! 
  10. WS = Waroeng Steak / Waroeng yang Syariah. Hee...ini istilah saya juga. Giman ga syariah? Pak Jodi, owner Waroeng Steak sedekawan sejati. Beliau temen Ustadz Yusif Mansyur. Waroeng Steak rajin sedekah dan ngadain acara acara muslim, kaya buka puasa bersama, ajak makan anak panti di WS, bahkan ada 1 hari dalam setahun yang Ustadz Yusuf Mansyur dan kawan kawan sebit sebagai.Jari Sedekah Nasional, WS menyedekahkan seluruh omsetnya hari itu. Luar biasa! Selain itu, di setiap outlet WS, selalu ada poster, dan informasi islami, seperti 'Gunakan tngan kanan', 'Jangan lupa baca bismillah',dll.
Udah nyoba belum? dijamin ga bikin kantong kosong. Meskipun ngajak makan 20 orang. Hee...Recommended lah.

No comments:

Post a Comment

Category