November 20, 2014

Sibuk Belum Tentu Efektif



Hari ini lumayan sibuk kerjaan kantor. Dari urusan ngedraft surat balasan ke Kantor Pusat, rapat Audit Set Up Pas 55 / EAM (Enterprise Asset Management), coaching dan mentoring bawahan ngerjain tugasnya, nyusun workplan impelementasi 5S (tau 5S kan? ituloh manajemen housekeeping  atau dalam Jepang Seiri,Seiso, Seiton, Seiketsu, Shitsuke, lebih lanjut nanti dibahas), ngerjain kelengkapan Project Assigment supervisor education sampe bolak balik koordinasi tugas tim lainnya.
Kerjaan ternyata memang ga ada habisnya ya. Contohnya hari ini, masuk jam 7.30 , pulang 18.00. Dengan kerjaan diatas, ternyata kerjaan saya belum selesai. Tapi hari ini cukup puas karena progres pekerjaan bertambah.

Job utama saya adalah mengelola Health, Safety dan Environmental. Namun diperusahaan ini, saya juga tergabung di 6 tim gugus tugas. Jadi, harus terbiasa bermultitasking. Hal seperti ini terbiasa di perusahaan milik negara. 

Efektifkah saya bekerja?

Idealnya 8 jam waktu kerja kita (pada tulisan lain akan saya tulis konsep waktu 888), melebihi dari itu pekerja mendapat kompensasi  lembur. Setidaknya Peraturan Menteri Tenaga Kerja mengatur itu. Meskipun di perusahaan saya tidak. Namun, banyak yang bekerja melebihi 8 jam. Pengalaman saya, berapa lamapun waktu kita dikantor, tidak akan pernah membuat pekerjaan kita selesai. Pekerjaan akan selalu datang lagi. Ketika kita bekerja melebihi 8 jam, tentu ada dampak ikutan yang terjadi seperti berkurangnya waktu dengan keluarga, tingkat stres meningkat, perusahaan harus membayar lebih untuk listrik, dll.

Memang tidak mudah, saya tidak pernah berhasil pulang tepat jam 16.00. Dan hampir selalu yg terakhir keluar dari ruangan. Apakah membuat pekerjaan saya selesai dan bisa bersantai?ternyata tidak.
Besok pun, sdh akan dihadapkan dengan pekerjaan lagi. Beginilah karyawan.: )

No comments:

Post a Comment

Category