November 27, 2014

Top 10 UAV di Dunia


Mulai dari ukuran mikro, hingga seukuran pesawat tempur, sosok UAV memang kian beragam. Fungsinya pun kian luas hingga melampaui yang bisa dibayangkan. Lusinan satuan militer di dunia mengoperasikan UAV dalam berbagai bentuk untuk berbagai misi. Inilah Top 10 UAV di Dunia : 

1. General Atomics MQ-1 Predator
Predator merupakan UAV pada ketiinggian menengah, dengan interdiksi berdaya tahan lama, dan pengintaian bersenjata. Predator merupakan UAV AS pertama yang menyerang dan menghancurkan pasukan pemberontak di Afghanistan. Sistem operasi aktif Predator terdiri dari empat pesawat dengan sensor, GCS, satu Predator Primaty Satellite Link (PPSL) dan sekitar 55 personel. 



 2. Lockheed Martin Desert Hawk
Aslinya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Force Protection Airborne Surveillance System (FPASS) bagi AU AS. Desert Hawk masuk produksi 2002. Terbuat dari busa polypropylene tahan banting yang disuntikan ke cetakan (mold-injected) .Desert Hawk ditenagai oleh motor listrik yang menggerakan pusher propeller. 
Dilengkapi GPS, Desert Hawk diluncurkan oleh dua orang menggunakan tali bungee sepanjang 100 m yang terpasang pada UAVdan kemudian dilepaskan. Normalnya Desert Hawk beroperasi di ketinggian 500 kaki, namun masih dapat terbang pada ketinggian 1000 kaki. Beroperasi secara autonomous menggunakan penerima GPS dan jalur yang sudah dipastikan, jalur terbang Desrt Hawk  tetap dapat diprogram ulang selama penerbangan dengan peralatan data link dari GCS.Dalam waktu yang sama, GCS dapat mengontrol hinggan enam UAV. UAV kecil dapat menjelajah selama satu jam hingga 57 mil perjam dan memungkinkan radius operasional hingga tujuh mil. 


3. Yamaha RMAX
UAV ini adalah UAV sipil paling luas dioperasikan. Dengan lebih dari 2000 unit dioperasikan RMAX telah menjalankan berbagai misi. Ditenagai mesin piston dua langkah Yamah, perangkat lunak pengendali penerbangan membatasi ketinggian maksimum tepat dibawah 500 kaki.  RMAX dapat dilengkapi dengan video dna kamera foto  untuk misi penelitian, namun UAV ini lebih dikenal dnegan tugas penyemprotan hama di persawahan dan ladang - ladang di Jepang. Yamaha RMAX yang dilengkapi GPS juga dapat melakukan pengamatan dari dekat saat terjadinya erupsi di Gunung Usu, Hokkaido pada Tahun 2000. Aksi RMAX ini mewakili operasi autonomous helikopter dengan remote control di luar jarak pandang, untuk pertama kali. 


4. Bombardier CL-327
Untuk alasan yang sudah jelas, UAV ini sering disebut sebagai "the flying peanut" . Sistem pengintaian tak berawak Bombardier CL-327 VTOL, ditenagai oleh mesin turboshaft Williams International WTS-125 yang menghasilkan flat rated 100 shaft tenaga kuda. Berbobot maksimum 770 pon saat lepas landas, CL-327 dapat bertindak sebagai pemancar komunikasi, melakukan, melakukan inspeksi lingkungan, patroli perbatasan, atau dapat digunakan, dalam operasi pengintaian anti narkoba atau militer. Flying Peanut dapat bertahan di wilayah operasinya hingga mendekati 5 jam pada jarak lebih dari 60 mil dari lokasi peluncurannya. CL-327 memiliki kapasitas beban 220 pon dan batas atas operasional setinggi 18.000 kaki. UAV ini dapat mengangkut berbagai jenis sensor dan sistem sambungan data. Juga memiliki sistem GPS dan inertial navigation. 


5. AeroVironment Raven & Raven B
RQ-11A Raven, dikembangkan pada 2002-2003. Intinya merupakan versi ukuran setengah AeroVironment Pointer Tahun 1999. BErkat peningkatan teknologi selama bertahun - tahun, raven mengusung sistem navigasi GPS, perangkat kendali dan muatan yang sama. Terbuat dari Kevlar bermateri komposit. Raven memiliki radius operasional efektif lebih dari 6 mil dan dapat mengudara selama 80 menit pada kecepatan 28-60 mil per jam. Raven B berbobo lebih berat, memiliki karakteristik performa dan sensor yang lebih baik, dan dapat mengusung laser target designator. Uniknya, Raven dan Raven B kerap kali pecah berantakan saat mendarat, namun diselamatkan , diperbaiki dan dipersiapkan untuk menjalankan misi-misi berikutnya. 


6. General Atomics MQ-9 Reaper
Reaper mendapat nama MQ dari AU AS sebagai UAV kelas MQ. Disingkat dari Multi Roles (M) dan Kode Pesawat Tanpa Awak (Q). Aslinya Reaper dikenal sebagai Predator B karena dikembangkan dari pendahulunya yang sangat sukses, Predator. Dioperasikan AU AS di Afghanistan dan Irak, MQ-9 terutama digunakan sebagai hunter-killer. MQ-9 dapat dipreteli dan dimuat kedalam kontainer untuk dikerahkan ke pangkalan AS di seluruh dunia.


7. Northrop Grumman Global Hawk
UAV terbesar dan tercanggih di Dunia, RQ-4 Global Hawk merupakan UAV pertama yang disertifikasi FAA untuk membukukan rencana terbangnya sendiri dan untuk menggunakan koridor udara di AS, tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Hal ini berpotensi memberi jalna bagi pesawat angkut penumpang dengan pilot otomatis kela dimasa depan. Global Hawk terkenal saat diterbangkan dari AS ke Australia, dimana UAV ini melakukan latihan pengintaian, kemudian kembali melintas Pasifik dalam satu uji terbang berdurasi panjang. 


8. Boeing Scan Eagle
Berdasarkan Insitu's Insight UAV, Scan Eagle bisa mengedari wilayah dimana UAV ini ditugaskan, selama lebih dari 15 jam. Scan Eagle terbang menjelajah tepat di bawah 60 mil per jam dan pada ketinggian lebih dari 16.000 kaki. UAV ini mengusung beban seberat 13 pon dan dapat diluncurkan atau ditarik kembali di dataran menapaun termasuk  kapal di tengah laut. Scan Eagle memiliki rentang sayap 10 kaki. Menurut Korps Marinir AS, Ecan Eagle tidak dapat terlihat di radar dan hampir - hampir tak terdengar hingga berjarak 50 kaki. UAV yang berpemandu GPS ini memiliki tingkat kecepatan maksimum mendekati 80 mil per jam. Kamera dengan turret putar pada hidungnya bisa membawa perangkat optic zoom charge-coupled atau sensor infra merah. 


9. RQ-2B Pioneer
Diproduksi oleh Pioneer UAV (kerjasama AAI, AS dan Israel Aircraft Industries), RQ-2B Pioneer yang sudah dicoba yang diyakini keandalannya, telah dioperasikan oleh Korps Marinir AS, AL, AS dan AD sejak 1986. Kemampuan pengintaian , pengamatan, perolehan target, bantuan tembakan, dari laut dan pengukuran kerusakan dampak pertempuran, siang dan malam. Pioneer diluncurkan dari kapal menggunakan bantuan roket, atau diluncurkan menggunakan katapel atau dari landasan di darat. Selesai misi, UAV in idikembalikan ke kapal atau darat menggunakan arrsting gear. Pioneer memiliki panjang 14 kaki dan rentang sayap 17 kaki. UAV ini dapat mencapai ketinggian 15.000 kaki dan dapat terbang selama lima jam. Bobot kotor lepas landas Pioneer 452 pon dan dapat mengangkut beban seberat 75 pon. Umumnya berupa sensor optikal atau infra merah, atau perangkat pendeteksi tambang dan kimia. 


10. Northrop Grumman Fire Scout/Sea Scout
Berdasarkan helikopter ringan berawak, Schweizer Model 330SP, RQ8A Fire Scout yang dioperasikan hingga sejauh 120 mil dari lokasi peluncuran. Fire Scout yang berkemampuan VTOL, dilengkapi dengan sistem navigasi berbasis GPS untuk operasi otonomi dan sistem stasiun kendali di darat yang dapat mengendalikan tiga UAV secara bersamaan. Versi peningkatan Fire Scout yangdisebut Sea Scout dapat mengangkut rudal berpemandu presisi udara ke permukaan (air to surface missile). 



Sumber : Majalah Angkasa. 

No comments:

Post a Comment

Category