December 31, 2014

KiosKAWOS : Wearpack & Tshirt



Dear Reader, 
Buat kalian yang perusahaan atau usahanya lagi butuh t-shirt atau wearpack buat pekerja, boleh nih saya kenalin salah satu usaha saya. Bikin Tshirt & Wearpack resmi. Contoh dibawah ini beberapa order yang udah dirilis ke konsumen, salah satunya perusahaan tempat saya kerja sendiri. Buat T-Shirt bahan standarnya Combed. Buat Wearpack ada 3 grade bahan drill, dari yang kasar sampe yang halus. Harga? T-Shirt bisa dikisaran 30rb - 75rb. Wearpack dikisaran 100rb - 150rb. Tapi semuanya hanya kisaran, bisa diomongin by budget. 

Oy, ini saya buat brand "kiosKAWOS" . 
Buat order atau sekedar tanya - tanya bisa via : kioskawos@gmail.com / 45asepudin@gmail.com. 

Trims.


 








Me, My Family & My Story


31 Desember 2014, sore hari menjelang pergantian tahun di kantor dan menggunakan fasilitas wifi kantor.  

Dear Reader, 
Rasanya setelah saya pikir - pikir, blog saya ini dari dulu ga nongolin identitas saya ya. Dan untuk private blog, tentu ini bikin ga deket sama reader.

Me
Oke deh, jadi saya putusin sedikit kasih gambaran. Saya seorang muslim berusia 20 tahun pada tahun 2004,hee... saat ini saya memiliki seorang istri cantik yang saat ini berusia 29 tahun, kami menikah pada 2011 dan alhamdulillah saat ini sudah dikaruniai seorang bocah ganteng berusia 14 bulan. Lulus kuliah di Teknik Lingkungan Universitas Negeri di Semarang pada 2002, saat ini saya telah hampir 6 tahun bekerja di salah satu BUMN dengan aset terbesar di Indonesia. Itu sih bukan kerjaan saya pertama, kerjaan "resmi" saya pertama saat saya belum diwisuda, yaitu di sebuah konsultan. Dan kerja dikonsultan juga bukan pendapatan "resmi" pertama  saya. Saya pernah 'berenang' di dunia marketing non Direct Selling saat masih kuliah. 

December 21, 2014

Frequently Asked Question(FAQ) Tentang Gratifikasi


Apakah yang dimaksud dengan Gratifikasi?
Menurut UU No. 20 tahun 2001, penjelasan pasal 12b ayat (1) , gratifikasi adalah €Ĺ“pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya€. Gratifikasi tersebut baik diterima di dalam negeri maupun di luar negeri, dan dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik ataupun tanpa sarana elektronik

Mengapa Gratifikasi perlu dilaporkan?
Korupsi seringkali berawal dari kebiasaan yang tidak disadari oleh setiap pegawai negeri dan pejabat penyelenggara negera, misalnya penerimaan hadiah oleh pejabat penyelenggara/pegawai negeri dan keluarganya dalam suatu acara pribadi, atau menerima pemberian suatu fasilitas tertentu yang tidak wajar. Hal semacam ini semakin lama akan menjadi kebiasaan yang cepat atau lambat akan memengaruhi pengambilan keputusan oleh pegawai negeri atau pejabat penyelenggara negara yang bersangkutan. Banyak orang berpendapat bahwa pemberian tersebut sekadar tanda terima kasih dan sah-sah saja. Namun, perlu disadari bahwa pemberian tersebut selalu terkait dengan jabatan yang dipangku oleh penerima serta kemungkinan adanya kepentingan-kepentingan dari pemberi, dan pada saatnya pejabat penerima akan berbuat sesuatu untuk kepentingan pemberi sebagai balas jasa.

Belajar Dari Entrepreneur Muda


Menyaksikan "Tea Time with Elang Gumilang" di Metro TV yang dipandu oleh Desi Anwar sore ini, menyadarkan kembali sesuatu. Entrepreneurship. Kata itu dulu lekat sekali dengan saya selama kuliah. Saya tidak akan menyajikan biografi Elang Gumilang yang sudah sangat banyak terhampar di gurun Google. Hahaha... 

Tapi banyak statemen dari Elang yang cukup meresap...diantaranya : Semua impian akan terkubur jika tidak dimulai dengan langkah awal . Berbisnis itu mengejar visi, bukan materi. Lebih baik bekerja keras dimasa muda selama 5 tahun, daripada muda berfoya - foya kemudian tua menderita. 

Dan ternyata, saya melakukan 3 hal yang "diwaspadai" oleh Elang, sang Entrepreneur Muda Sukses. 


Saat saya kuliah, saya pernah tergabung di salah satu Multi Level Marketing (MLM). Disitulah saya sangat lekat dengan istilah Entrepreneurship. Memulai dengan mengajak teman dekat, dalam satu tahun saya memiliki downline sampai 100 orang. Presentasi, meyakinkan orang dan menfollow up sudah saya lakukan berpuluh kali. Eits, jangan negatif dulu, ada hal yang berbeda dibandingkan dengan MLM kebanyakan. Saya sudah mengenal belasan MLM dari bapak saya, dan kesimpulan saya tentang MLM saat itu sama dengan pemikiran kebanyakan orang tentang MLM, negatif! Justru saya tertarik ke salah satu MLM ini, karena MLM ini tidak menjanjikan hal mewah. MLM ini hanya memberikan komisi atas penjualan. No Sell, No Comission,buktinya adalah,dengan bergabungnya 100 orang (setara dengan produk 150jt), saya hanya mendapatkan 10,5jt saja. Sebelum saya berhenti, karena harus kembali fokus kuliah yang tersendat. Tapi sejak itu, keinginan saya untuk berentrepreneurship semakin besar. 

Hal pertama yang terjadi pada saya adalah, tidak pernah memulai langkah pertama untuk menjadi entrepreneur dan menjadi konsisten dengannya. Ya, semuanya sebatas keinginan saya untuk menjadi entrepreneur, namun saya tidak pernah benar - benar menjadi entrepreneur. Saya pernah memulai berbisnis pulsa handphone, namun akhirnya tergoda dengan penghasilan bulanan menjadi pegawai. Dan memang saya berhasil menjadi pegawai seperti sekarang, namun keinginan menjadi entrepreneur tidak pernah padam. Ya, saya tidak melakukan hal pertama yang Elang hindari. 

Kedua, ternyata keinginan saya berwirausaha adalah materi. yup, tergiur dengan potensi unlimited income sebagai entrepreneur, bukan karena memiliki visi sebagai entrepreneur. Saya mengiyakan hal ini, karena setahu saya, memang agama saya mengajarkan materi hanya sekedar sarana, hal sebenarnya adalah visi/niat baik dan sejenisnya. Hal inilah yang menyebabkan Jody dengan Waroeng Steaknya yang begitu berkembang, bisnis dengan visi sedekah ala Ustadz Yusuf Mansur. Atau Elang sendiri, bisnis dengan visi menyediakan 'rumah' bagi rakyat. Hal ini belum saya miliki, dan saya berharap menemukan hal ini ketika benar- benar 'memulai' untuk berwirausaha. 

Ketiga, berfoya - foya. Sebenarnya untuk kasus saya lebih tepatnya konsumtif. Mungkin karena dulu orang tua saya btidak selalu dapat memenuhi keinginan saya dimasa kecil. Ketika merasa mampu, saya membeli yang saya suka. Meskipun masih dalam koridor tidak berlebihan. Gadget adalah salah satu godaan terbesar. 

Well, sore ini setidaknya saya mencoba mengevaluasi diri.  Dan, semoga ditunjukan jalan menjadi seorang entrepreneur. 

December 02, 2014

Pelayanan Informasi PLN Peroleh Apresiasi Bakohumas


Pelayanan Informasi melalui Inter- net yang diselenggarakan oleh PLN memperoleh predikat terbaik 2 kate- gori Kementerian / Lembaga Pemerintah Non Kemeterian (LPKN) / Badan Usaha Milik Negara (BUMN) / Perguruan Negeri Tinggi (PTN) pada Anugerah Media Humas (AMH) 2014 yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas). Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Freddy Tulung kepada Deputi  Manajer  Hubungan Internal Ida Wardani di Bandung (26/11). Terbaik 1 kategori ini diraih oleh KPK dan terbaik 3 oleh Universitas Brawijaya. 

Category