December 21, 2014

Belajar Dari Entrepreneur Muda


Menyaksikan "Tea Time with Elang Gumilang" di Metro TV yang dipandu oleh Desi Anwar sore ini, menyadarkan kembali sesuatu. Entrepreneurship. Kata itu dulu lekat sekali dengan saya selama kuliah. Saya tidak akan menyajikan biografi Elang Gumilang yang sudah sangat banyak terhampar di gurun Google. Hahaha... 

Tapi banyak statemen dari Elang yang cukup meresap...diantaranya : Semua impian akan terkubur jika tidak dimulai dengan langkah awal . Berbisnis itu mengejar visi, bukan materi. Lebih baik bekerja keras dimasa muda selama 5 tahun, daripada muda berfoya - foya kemudian tua menderita. 

Dan ternyata, saya melakukan 3 hal yang "diwaspadai" oleh Elang, sang Entrepreneur Muda Sukses. 


Saat saya kuliah, saya pernah tergabung di salah satu Multi Level Marketing (MLM). Disitulah saya sangat lekat dengan istilah Entrepreneurship. Memulai dengan mengajak teman dekat, dalam satu tahun saya memiliki downline sampai 100 orang. Presentasi, meyakinkan orang dan menfollow up sudah saya lakukan berpuluh kali. Eits, jangan negatif dulu, ada hal yang berbeda dibandingkan dengan MLM kebanyakan. Saya sudah mengenal belasan MLM dari bapak saya, dan kesimpulan saya tentang MLM saat itu sama dengan pemikiran kebanyakan orang tentang MLM, negatif! Justru saya tertarik ke salah satu MLM ini, karena MLM ini tidak menjanjikan hal mewah. MLM ini hanya memberikan komisi atas penjualan. No Sell, No Comission,buktinya adalah,dengan bergabungnya 100 orang (setara dengan produk 150jt), saya hanya mendapatkan 10,5jt saja. Sebelum saya berhenti, karena harus kembali fokus kuliah yang tersendat. Tapi sejak itu, keinginan saya untuk berentrepreneurship semakin besar. 

Hal pertama yang terjadi pada saya adalah, tidak pernah memulai langkah pertama untuk menjadi entrepreneur dan menjadi konsisten dengannya. Ya, semuanya sebatas keinginan saya untuk menjadi entrepreneur, namun saya tidak pernah benar - benar menjadi entrepreneur. Saya pernah memulai berbisnis pulsa handphone, namun akhirnya tergoda dengan penghasilan bulanan menjadi pegawai. Dan memang saya berhasil menjadi pegawai seperti sekarang, namun keinginan menjadi entrepreneur tidak pernah padam. Ya, saya tidak melakukan hal pertama yang Elang hindari. 

Kedua, ternyata keinginan saya berwirausaha adalah materi. yup, tergiur dengan potensi unlimited income sebagai entrepreneur, bukan karena memiliki visi sebagai entrepreneur. Saya mengiyakan hal ini, karena setahu saya, memang agama saya mengajarkan materi hanya sekedar sarana, hal sebenarnya adalah visi/niat baik dan sejenisnya. Hal inilah yang menyebabkan Jody dengan Waroeng Steaknya yang begitu berkembang, bisnis dengan visi sedekah ala Ustadz Yusuf Mansur. Atau Elang sendiri, bisnis dengan visi menyediakan 'rumah' bagi rakyat. Hal ini belum saya miliki, dan saya berharap menemukan hal ini ketika benar- benar 'memulai' untuk berwirausaha. 

Ketiga, berfoya - foya. Sebenarnya untuk kasus saya lebih tepatnya konsumtif. Mungkin karena dulu orang tua saya btidak selalu dapat memenuhi keinginan saya dimasa kecil. Ketika merasa mampu, saya membeli yang saya suka. Meskipun masih dalam koridor tidak berlebihan. Gadget adalah salah satu godaan terbesar. 

Well, sore ini setidaknya saya mencoba mengevaluasi diri.  Dan, semoga ditunjukan jalan menjadi seorang entrepreneur. 

No comments:

Post a Comment

Category