March 22, 2015

Being an Instructure



Mengajar tidak pernah terbayang akan menjadi salah satu aktivitas ketika bekerja di perusahaan ini. Ya, karena saya memang di hire untuk mengisi jabatan di bidang lingkungan dan K3. Pekerjaan tersebut  seharusnya lebih banyak terkait dengan aktivitas pengelolaan dan pengendalian di bidang tersebut. 

Meskipun pada akhirnya memang aktivitas operasional tidak bisa dilepaskan dangan aktivitas tambahan seperti knowledge sharing atau semacamnya. Tapi mengajari orang lain pada forum yang resmi sebagai instruktur, benar - benar menjadi hal yang baru bagi saya. Saya masih selalu merasa belum cukup untuk menjadi instruktur atau mentor. Karena tentu seorang instruktur / mentor harus lebih pintar atau memahami daripada yang diajar. 


Kesempatanpun datang, ketika saya direkomendasikan oleh pejabat struktural yang menangani pendidikan dan pelatihan di perusahaan saya. Unit pendidikan dan pelatihan membutuhkan instruktur pengganti menggantikan instruktur sebenarnya yang berhalangan hadir. Sayapun direkomendasikan dan saya menerimanya. Kebetulan, beberapa hari sebelumnya saya juga diminta oleh unit pendidikan dan pelatihan tersebut untuk menjadi penyusun salah satu materi diklat. 

Walhasil, sayapun dengan harap - harap cemas. Dengan berbekal pengalaman selama 5 tahun dibidang yang akan saya ajar, saya pun menyampaikan materi slide demi slide. Namun, saya memiliki metode sendiri dalam mengajar. Saya ingin lebih banyak berkomunikasi dua arah daripada hanya sekedar membaca. Bagi saya, menjadi instrukturpun harus menjadi pelajaran tersendiri buat saya. 

Alhamdulillah, 12 peserta bisa ditangani (dengan baik menurut saya). Plus saya tambahkan metode simulasi, karena kebetulan saya mengajar Audit Internal SMK3 yang memang lebih membutuhkan praktik daripada sekedar bahasan materi. 

Well, lumayan bisa sharing dan nambah pengalaman saya, plus dapat honor lagi, hee....






No comments:

Post a Comment

Category