March 22, 2015

Verified Carbon Standard (VCS) a Carbon Trading Way

Home

Anda mungkin pernah mendengar tentang Pemanasan Global (Global Warming)? Protokol Kyoto (Kyoto Protocol) atau Mekanismen Pembangunan Bersih  (Clean Development Mechanism) ? jika anda pernah mendengar salah satunya tentu anda pernah mendengar tentang Proyek Penurunan Emisi (Emission Reduction Project). 

Pada kesempatan ini, saya ingin memberikan sharing tentang salah satu mekanisme penjualan proyek emisi karbon melalui program Verified Carbon Standard (VCS), VCS merupakan program gas rumah kaca secara sukarela. VCS didirikan pada 2005 dan mulai meenrebitkan standar VCS pada 2006. Berikut sejarahnya. 

  • 2005 : The Climate Group, IETA and the World Economic Forum found VCS and convene a Steering Committee to draft requirements
  • 2006 :  WBCSD joins the effort; VCS Steering Committee drafts and releases the first Voluntary Carbon Standard requirements, VCS Version 1
  • 2007 : Steering committee develops and releases updated VCS Version 2007 requirements
  • 2008 : Steering Committee develops and releases version 2007.1, which includes requirements for crediting Agriculture, Forestry and Other Land Use (AFOLU) projects 
  • 2009 : VCS Association incorporated as a non-profit in Washington, DC with a professional staff to oversee VCS operations and development; two dozen proposed methodologies submitted to VCS Methodology Approval Process
  • 2010 : First VCS methodologies are approved, including the first REDD methodologies; streamlined and updated VCS Version 3 documents are posted for public comment; Steering Committee on Standardized Approaches is convened 
  • 2011 : VCS Version 3 is released for use; VCS changes name to Verified Carbon Standard; VCS signs agreement with FundaciĆ³n Chile to open up South America office; Advisory Committee on Jurisdictional and Nested REDD+ (JNR) is convened
  • 2012 : VCS released Version 3 update which includes the groundbreaking JNR framework as well as comprehensive wetlands requirement
Awalnya,masih banyak perdebatan di media mengenai, apakah bear gas rumah kaca menjadi penyebab terjadinya pemanasan global? dan perdebatan pun berakhir, ketika muncul pertanyaan, apaka yang akan kita lakukan? Disinilah awal munculnya Perdagangan Karbon dan Pasar Karbon Internasional (International Carbon Market). 

Pasar karbon memungkinkan terjadinya perdagangan proyek penurunan emisi baik melibatkan kepentingan secara mandatory (bagi negara Annex I di Protokol Kyoto) maupun voluntary/sukarela (bagi negara non Annex I).

Sebagaimana pasar, ada Penjual, Pembeli dan Pengelola Pasar. VCS Board menjadi Pengelola Pasar Karbon, Penjual adalah Pengembang Proyek Penurunan Emisi, dan Pembeli adalah negara / organisasi yang ingin berkontribusi dalam penurunan emisi. 

Pengembang Proyek Penurunan Emisi (Project Developer) membuat proyek penurunan emisi dan menerbitkan VCUs (Verified Carbon Units). VCUs yang dihasilkan oleh pengembang proyek didaftarkan di Pasar Karbon dan dibeli oleh Pembeli Proyek dengan harga tertentu. 

Berikut 15 kategori proyek penurunan emisi yang ada di VCS :
  1. Energy (renewable/non-renewable)
  2. Energy distribution
  3. Energy demand
  4. Manufacturing industries
  5. Chemical industry
  6. Construction
  7. Transport
  8. Mining/Mineral production
  9. Metal production
  10. Fugitive emissions - from fuels (solid, oil and gas)
  11. Fugitive emissions - from Industrial gases (halocarbons and sulphur hexafluoride)
  12. Solvents use
  13. Waste handling and disposal
  14. Agriculture Forestry and Other Land Use (AFOLU)
  15. Livestock and manure management
Tidak semua proyek diatas dapat lolos sebagai proyek penurunan emisi. Proyek harus melalu beberapa tahapan, yaitu :
  1. Penyusunan Lingkup Proyek Awal 
  2. Penyusunan Dokuem Proyek (PDD)
  3. Validasi dan Verifikasi Awal Proyek oleh Auditor Independen (DOE)
  4. Pendaftaran Proyek, setelah lolos : 
  5. Monitoring dan Verifikasi Kredit (VCUs), setelah lolos :
  6. Penerbitan VCUs

VCS memastikan Quality Assurance untuk setiap proyek yang didaftarkan, sehingga memudahkan pembeli kredit.
  1. Additional, proyek harus dapat menunjukan bahwa VCS dapat memberikan nilai tambah terhadap aktivitas penurunan emisi.
  2. Real, Measureable and Conservative, proyek harus jelas, memenuhi asalah satu kategori metodologi dan memenuhi kaidah konservasi.
  3. Permanent
  4. Idenependently Verified. Proyek harus diverifikasi secara independen dan lolos validasi dan verifikasi.
  5. Uniquely Numbered adn Transparently Listed. 


VCS memberikan peluang kepada kita untuk mendapatkan manfaat dari penjualan kredit proyek penurunan emisi gas rumah kaca. Setiap 1 VCU = 1 tCO2 e = berkisar USD 1-5. 

Pada kesempatan berikutnya, saya akan sharing tentang registered project yang saya tangani. Semoga bermanfaat. 

No comments:

Post a Comment

Category