June 06, 2016

Kearifan Lokal Sambut Ramadhan di Sumatera

Dapet gratisan koran dari Garuda, iseng baca dan tertarik dengan artikel ramadhan. Sumbernya dari Bisnis Indonesia edisi 5 Juni 2016. Karena sekarang domisili di Sumatera, saya short aja yang sumatera aja ya, hee...silahkan. 

MEUGANG - Nangroe Aceh Darussalam
Bagi masyarakat Aceh, tradisi Meugang  atau menyel=mbelih hewan kurban tidak hanya dilakukan pada saat Idul Adha. Proses penyembelihan kambing atau sapi dilakukan satu atau dua hari menjelang puasa. Daging hasil sembelihan itu kemudian dimasak dan dibawa ke masjid untuk dimakan bersama keluarga. Setelah acara makan daging selesai dilanjutkan dengan silaturahmi. 

MARPANGIR - Sumatera Utara
Marpangir atau mandi pangir adalah tradisi mensucikan diri menyambut bulan puasa yang banyak dilakukan masyarakay Mandailing, Sumatera Utara. Tradisi ini dilakukan dengan menggunakan wangi-wangian seperti daun pandan, bunga kenanga dan akar wangiSemua bahan - bahan ini akan dikeringkan dan kemudian direbus, Marpangir biasanya dilakukan dirumah, sungai atau tempat - tempat wisata air secara bersama - sama. 

BALIMAU KASAI - Riau
Balimau Kasai dilakukan oleh masyarakat Kampar, sehari menjelang masuknya bulan puasa, sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan puasa dan juga simbol penyucian diri. Makna balimau adalah mandi menggunakan air yang dicampur limau (jeruk), biasanya menggunakan jeruk purut, jeruk nipis dan jeruk kapas. Sementara itu, kasai (pengharum rambut) adalah wangi - wangian yang dipakai saat keramasa, yang dipercayai dapat mengusir segala macam rasa dengki yang ada dalam kepala sebelum memasuki bulan puasa.

MALAMANG - Sumatera Barat
Sebagian masyarakat melakukan aktivitas Malamang, yakni membuat lemang pada siang harinya sebelum menggelar acara 'mandoa' pada malam harinya. Selain menyembut bulan puasa, malamang juga sudah menjadi tradisi masyarakat di Sumatera Barat untuk menyambut hari - hari besar Islam. 

BELANGIRAN - Lampung
Ritual mandi menyambut bulan puasa memang jamak dilakukan masyarakat di Indonesia , tidak terkecuali di Lampung yang memiliki tradisi  Belangiran . Dalam tradisi tersebut mandi akan dilakukan di sungai. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah penggunaan air langir, yaknni air yang berasaldari tujuh sungai di sekitar tempat berlangsungnya Belangiran. Selain menyucikan fisik, tradisi ini juga diartikaan dengan tujuan menghilangkan sifat buruk seperti dendam, iri dan dengki. 

Seru ya, jangan lupa...ini hanya tradisi ya.

No comments:

Post a Comment

Category