May 04, 2018

Konsep C.O.P.E dalam Risk Management


Apa itu COPE?

COPE merupakan akronim dari Construction, Occupancy, Protection dan Exposure. Dalam Bahasa Indonesia berarti : Konstruksi (construction), Kegunaan/Peruntukan (occupancy), Proteksi (protection) dan Paparan (exposure).

Untuk apa COPE digunakan?
1.     COPE biasanya digunakan untuk menilai atau mengevaluasi risiko suatu properti/ kompleksitas industri/ bangunan/ proses , dan lain lain.
2.     Permintaan dari Penanggung Asuransi (underwriter)
3.     Juga bisa digunakan untuk memprediksi dampak pada beberapa skenario malapetaka yang berbeda

Standar NFPA (National Fire Protection Agency) menggunakan acuan COPE untuk membuat rekomendasi bagaimana menurunkan risiko.

Lalu, siapa yang bisa menggunakan konsep COPE ini?
-       Perusahaan asuransi
-       Perusahaan yang diasuransikan
-       Departemen K3/ Disnaker
-       Konsultan Manajemen Risiko
-       Risk Engineer
-       dll


Construction (C)
Jenis konstruksi berdampak pada kualitas/ level risiko. Apakah konstruksi rangka terbuat dari kayu atau besi. Apakah dindingnya terbuat dari bahan mudah terbakar atau beton. Apakah dalam konstruksi banya menggunakan material plastic/baja atau material lainnya. Apakah konstuksi telah mempertimbangkan beban angina (khususnya untuk bangunan tinggi).

Untuk bangunan – bangunan yang berada pada area rawan bencana seperti, banjir, tornado, gempa bumi, dll apakah telah mempertimbangkan aspek pengendalian terhadap bencana bencana diatas. Apakah rencana dan anggaran untuk pemeliharaan dan peningkatan telah dipertimbangkan/direncanakan?

Lalu, berapa umur bangunan saat ini? Seberapa sering sistem pemanasa/pendingin, atap, system kelistrikan, system perpinaan telah dilakukan pengecekan / penggantian?

Ketika system/komponen tidak dilakukan pengelolaan secara baik dipelihara dan diupdate, maka risiko menjadi meningkat. Ketika terjadi alih fungsi bangunan, apakah system – system bangunan telah disesuaikan / diperbaharui dengan fungsi yang baru, dll.

Gambar 1. Bagian Konstruksi Bangunan

Occupancy (O)
Occupancy merupakan aktivitas/ proses / operasional yang dijalankan di suatu bangunan/instalasi yang dapat berkontribusi atau memicu dalam penyebaran kebakaran/ loses/ risiko lainnya.
Occupancy dievaluasi berdasarkan proses/ operasional/ penggunaan bangunan/ material yang disimpan (yang mudah terbakar) / tingkat kebakaran yang mungkin terjadi.
Occupancy memiliki klasifikasi sebagai berikut : Light Hazard , Ordinary Hazard (Group 1 & Group 2), Extra Hazard (Group 1 & Group 2), Special Hazard.
            Gambar 2. Occupancy


Protection (P)
Protection merupakan pengendalian yang ada di suatu gedung/proses. Protection harus menjelaskan jenis proteksi yang tersedia disuatu bangunan, seperti : ketersediaan detector, APAR, Hydrant, Sprinkle, Pengamanan, Tanggap Darurat, Penguncian, Pengawasan, Pencahayanaa, CCTV dll
Jenis Proteksi yang tersedia harus sesuai dengan risiko yang mungkin timbul disuatu bangunan. Misalnya, dalam hal pengendalian risiko angin tornado/ hurricane, apakah suatu bangunan menggunakan tirai/kaca, kemudian apakah ada perlindungan untuk menghilangkan kerusakan tirai/kaca.
  
Gambar 3. Protection

Exposure (E)
Exposure merupakan keadaan sekitar yang dapat mempengaruhi risiko terhadap kita. Exposure akan berbeda misalnya pada kondisi dekat pabrik kimia, dekat bandara, dekat pangkalan militer, berada pada zona gempa, kepadatan penduduk tinggi, dll.

Jika dirumuskan, maka : C+, O+, P+, E- , maka kemungkinan memiliki risiko rendah, C-, O-, P-, E+ maka risiko menjadi lebih tingggi.

No comments:

Post a Comment

Category