May 31, 2020

May 30, 2020

Teori Konspirasi, Bill Gates dan Vaksin



Konspirasi?
Jerinx SID, dalam sebuah wawancara online di KompasTV (di publikasikan 7 Mei 2020 di Channel Youtube Kompas TV) mengungkapkan secara gamblang, bahwa Pandemik Covid-19 adalah sebuah konspirasi, Bill Gates *) dan Rockefellers *) sebuah dokumen yang muncul pada 2010, mengungkapkan skenario yang sama dengan bencana saat ini dan bahkan kota pemicunya sama, yaitu di China. Jerinx menyampaikan bahwa Indonesia terlalu patuh pada WHO untuk menggunakan alat Swab Test yang validitas hasilnya masih diragukan. WHO disinyalir diatur oleh Bill Gates. Dalam sebuah wawancara oleh Deddy Cobuzier (dipublikasikan di Youtube Channelnya pada 21 Mei 2020), Mantan Menkes RI ibu Siti Fadilah menyampaikan, ada sesuatu yang aneh dengan Bill Gates, pada suatu forum ekonomi internasional awal 2017, Bill Gates yang menjadi salah satu pembicara dan secara menggebu - gebu menyampaikan akan terjadi pandemik dimasa mendatang dan akan membutuhkan vaksin pandemik tersebut, sesuatu yang cukup aneh dibicarakan dengan fasih oleh seorang pebisnis dan IT menurut ibu Siti Fadiliah. Pada artikel lain, Bill Gates diisukan mendanai Pandemik Covid-19 agar Vaksin yang dia buat bisa dijual. Selain terkait Biil Gates, muncul isu bahwa Covid-19 bukan dari virus, tapi dari Radiasi 5G *). 


Corona Virus (CoV) merupakan senjata biologis, CoV merupakan balas dendam UniEropa terhadap kebijakan Brexit, Pandemik didalangi oleh Zionist, Pandemik sengaja dimunculkan untuk mempromosikan vaksin dan dinikmati oleh perusahaan farmasi bahkan lucunya (menurut saya sebagai HSE Engineer) ada isu yang menyebutkan bahwa pandemik ini muncul untuk menghentikan Perubahan Iklim (Climate Change), walaupun memang ada dampak positif terhadap kualitas udara, tapi siapa yang tega menyelamatkan bumi/ lingkungan dengan cara membunuh orang sedunia? bukankah lingkungan dipertahankan agar bisa dinikmati generasi? 



Refferences :

May 29, 2020

Japanese in Indonesian Train (2010)

One day in 2010

18.30 : 

Naik kereta Cirebon Express,..GAMBIR

Dua Japanese dateng dengan ceria...Cek tiket, bergumam (tp kedengeran) "hmm,,,Cirebon, I reach there at 09.00 PM, still have time to sleep... (secara dia tau ini bukan di Jepang yang keretanya cepet2). Dia tidur sambil pake masker idung.

20.30 : 

Si Jepang mulai mondar-mandir ke toilet (eh,bangun dl tp). sesekali ngomong pake bahasa Jepang sm temennya (masih ceria)"not long anymore, we gonna reach cirebon"

21.00 : 

Si Jepang udah nurunin koper, jalan ke pintu, layaknya org yg udah biasa di Indonesia, dia nongkrong di pintu. Kebeneran saya mau turun di Stasiun Jatibarang (sekitar 45 mnt sebelum Cirebon). Nah, Si Jepang nanya (mulai ragu),


Jepang : Now is 09.PM... (pasang muka pinter)

Saya      : Yes, Sir

Jepang : In my ticket at 09.00 PM, we arrive in cirebon (Sambil nunjukin tiketnya, Mukanya masi                                 keliatan   pinter)

Saya      : Yes Sir, I saw it

Jepang : So, next stop is Cirebon, right? (sebelah pinter, sebelah mulai keliatan ga ada ekspresi)

Saya      : No, Sir.Next stop is Jatibarang, Not cirebon! (mantap)

Jepang : (bingung),,, really?

Saya      : mantep sir, eh...I'am sure ...

Jepang : ... so, how long...we reach cirebon? (pasrah...)

Saya      : About 45 minutes to a hour sir.

Jepang : hoaaaaaa..... (mangap) ... trus.... ^%&^&(&*(^%$$**&^$E   .... (kira-kira                             artinya.."DASAR INDONESIA, PANTES GA MAJU-MAJU,,,PANTES BISA KITA JAJAH...                 

Saya      : Sir, ane turun ye,...hihihi....

Jepang : &&*$%^#*(**&*@&%#**^*&^#*^*#^&*^(*^@(*^%*%#*^(@^*^*&^#^*^#...

 

tuuuut...tuttttt.....

Welcome to New Normal


Per 28 Mei 2020, kasus positif Covid-19 telah mencapai 24.538 kasus, sebanyak 6.240 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 1.496 lainnya meninggal dunia. Dengan kasus sembuh terbanyak (1.702) dan meninggal terbanyak (509) di DKI Jakarta.  10 Wilayah Indonesia dengan penambahan terbanyak : 1) Jawa Timur (171), 2) Kalimantan Selatan (116), 3) DKI Jakarta (105), 4) Sulawesi Selatan (46), 5) Sumatera Utara (30), 6) Jawa Barat (25), 7) NTB (25), 8) Sumatera Selatan (21), 9) Papua Barat (20) dan 10) Maluku (18). Kabar baiknya 8 Wilayah Indonesia melaporkan tidak ada penambahan kasus bariu, yaitu : 1) DI Yogyakarta, 2) Bangka Belitung, 3) Jambi, 4) Kalimantan Utara, 5) Lampung, 6) Riau, 7) Sulawesi Barat dan 8) NTT (sumber : detik.com).
Beberapa daerah yang sedang menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) mulai merencanakan membuka PSBB meskipun dalam status masih memiliki penambahan kasus Covid-19. WHO membuat standar status wilayah terkendali Covid-19 jika Rt (Indeks Reproduksi Covid-19) diangka 1 selama 14 hari. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Gubernur saya), punya perencanaan menarik menurut saya, kebijakan diputuskan melalu perencanaan yang berbasis data. Rt di Jawa Barat selama 2 hari diangka 0,97. Dengan data ini, Jawa Barat merencanakan New Normal (atau Adaptasi Kebiasaan Baru) untuk 60% wilayah Jawa Barat dan 40 wilayah sisanya direncanakan melanjutkan PSBB sampai dengan 12 Juni 2020. New Normal pun dilakukan secara bertahap. Dibuka awal adalah tempat ibadah dan industri, sambil dievaluasi trendingnya, jika bagus akan dilanjutkan dengan pembukaan Mall/ Toko/ Restaurant, dll. Ini yang seharusnya dilakukan oleh penentu kebijakan dalamm situasi seperti ini. Gathering Data, Analyze dan Decide! . Saya pribadi menjadi lebih tenang dengan "perencanaan" yag dilakukan oleh Jawa Barat. 

New Normal
Menggunakan masker, selalu membawa hand sanitizer, naik ojek bawa helm sendiri, bawa bekal makan siang sendiri, tidak berjabat tangan, bawa perlengkapan sholat sendiri, menggunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift, sesering mungkin mencuci tangan, segera mengganti pakaian begitu sampai dirumah, tidak menyentuh peralatan yang digunakan bersama, menggunakan fasilitas video conference sering ... deretan aktivitas diatas sudah rutin dilakukan? so that, Welcome to The New Normal, hahahaha... 
Ya, deretan aktivitas diatas merupakan rentetan protokol pecegahan penularan Covid-19 yang wajib dilakukan saat PSBB dilepas dan mulai menerapkan New Normal, atau Adaptasi Kebiasaan Baru. Pandemik ini, memaksa dunia untuk 'berubah' dan beradaptasi, mengubah kebiasaan untuk bertahan hidup. New Normal disebut sebagai masa transisi menuju kehidupan normal yang baru. Pemerintah sendiri mendifinasikan New Normal sebagai skenario untuk mempercepat penanganan dan pemulihan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi (detik.com). Ahli Bahasa UI, Prof.Dr. Rahayu Surtiati Hidayat "Badan bahasa sudah memberikan istilah Indonesianya, yaitu Kenormalan Baru. Dalam Bahasa Inggris, Normal memang merupakan kata benda (nomina), namun dalam Bahasa Indonesia, Normal merupakan kata sifat (adjektifa) dengan kata benda (nomina) adalah Kenormalan. Sehingga dalam bahasa Indonesia New Normal adalah Kenormalan Baru", menarik. Dalam situasinya, penyebutan normal sudah benar, karena merujuk pada kondisi (nomina) yang tidak normal (adjektifa) dikarena dampak dari Covid-19. Istilah New Normal ternyata bukan pertama kalinya dicetuskan oleh dunia, dari Wikipedia, New Normal pernah dicetuskan saat Krisis Keuangan (Financial Crisis) pada tahun 2007 - 2008, Resesi Global (Global Resession) 2008 - 2012 dan sekarang Pandemik Covid-19. Namun, pada 2 konteks sebelumnya terkait dengan pemulihan aspek ekonomi. New Normal Pandemic lebih kepada adapatasi kebiasaan/ perilaku baru dari ketidaknormalan akibat pandemik ini. 
Izinkan saya menggambarkan skenario New Normal saya dalam keluarga (bapak 3 anak laki) dan pekerjaan (saya seorang HSE Engineer) : 
List Family New Normal
  1. Kurangi ke Mall jadi sebulan sekali (tapi ini memang lebih jarang sejak pindah Bandung, dibandingkan saat masih di Palembang, bisa 1 minggu sekali);
  2. Maen ke Taman (ini kesukaan anak - anak) 1 bulan sekali dan ke taman yang luas, pake masker, durasi ga lama - lama, bawa hand sanitizer;
  3. Bandwith Internet ditambah;
  4. Makan - makanan dari luar pesen online atau takeaway;
  5. Nambah mainan anak - anak biar ga bosen dan maen dirumah dulu;
  6. Stock makanan ditambah;
  7. Sering sepedaan;
  8. Komunikasi online dl;
  9. ... (ada ide ga nih temen - temen ... ?) 
List Job New Normal
  1. Lanjut ke kantor kendaraan pribadi;
  2. Dibawain bekal makan siang dari rumah;
  3. Ga usah salam - salaman dulu (apalagi bukan muhrim :D)
  4. Bawa tumbler dan gelas sendiri;
  5. Rapat online;
  6. Dinas hanya jika butuh ke site;
  7. Social distancing saat bekerja atau berinteraksi;
  8. ... apalagi ya... ada ide? 

Jadi, seperti apa nih, New Normal nya temen temen? 

Bandung, Mei 2020 
(AS)

May 28, 2020

Greyhon | My Fnhon Blast

MY FNHON BLAST
"greyhon"

















Part Upgraded 2020 :
  • Crank Driveline
  • Handle Rubber Promend (black)
  • Wire Jagwire
  • Brakepad Lite Pro
  • Seat Post Velo
  • Tire Kenda 20
  • Pedal Promend

File Sharing : Handbook of Safety Principles & Industrial Hygene Simplified (English)


Dear visitors, 

Di bagian yang saya beri nama FILE 45 , saya akan sharing koleksi file yang saya simpan, baik : Peraturan, Standar, Artikel, Materi Presentasi, dll dalam format .pdf atau format lainnya. Khususnya terkait dengan kompetensi saya dalam topik HSE (Health, Safety & Environenment). Supaya bermanfaat saja, karena saya juga mendapat manfaat dari yang memberikan sebelumnya, baik langsung maupun tersedia di search engine. Hatur Nuhun. 

Share file kali ini :
  1. Handbook of Safety Principles - Wiley Essential | Safety Principles
  2. Industrial Hygene Simplified - Goverment Institute | Industrial Hygene
Semoga bermanfaat. 

*Disclimer : 
Dokumen ini adalah hasil googling dan download (lupa link awalnya), jadi saya bukan pemilik awal dokumen ini. Semoga pemilik sebelumnya mendapat kebaikan atas bermanfaatnya dokumen ini oleh orang lain, termasuk saya. 

Bandung, Mei 2020 
(AS)

May 27, 2020

File Sharing : Permen LHK No : 22, 23, 24, 25 Tahun 2018 - OSS dan Dokumen Lingkungan


Dear visitors, 

Di bagian yang saya beri nama FILE 45 , saya akan sharing koleksi file yang saya simpan, baik : Peraturan, Standar, Artikel, Materi Presentasi, dll dalam format .pdf atau format lainnya. Khususnya terkait dengan kompetensi saya dalam topik HSE (Health, Safety & Environenment). Supaya bermanfaat saja, karena saya juga mendapat manfaat dari yang memberikan sebelumnya, baik langsung maupun tersedia di search engine. Hatur Nuhun. 

Share file kali ini :
  1. P.22/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Pelayanan Perizinan Terintegrasi Secara Elektronik | OSS
  2. P.23/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 tentang Kriteria Perubahan Usaha dan/ atau Kegiatan dan Tata Cara Perubahan Izin Lingkungan | Perubahan Izin Lingkungan
  3. P.24/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 tentang Pengencualian Kewajiban Menyusun AMDAL untuk Kegiatan yang Berlokasi di Daerah yang telah Memiliki RDTR | Pengecualian AMDAL
  4. P.25/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 tentang Pedoman Penetapan Jenis Rencana/ Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki UKL - UPL dan SPKPPLH | Pedoman Penetapan Wajib UKL UPL
Semoga bermanfaat. 

*Disclimer : 
Dokumen ini adalah hasil googling dan download (lupa link awalnya), jadi saya bukan pemilik awal dokumen ini. Semoga pemilik sebelumnya mendapat kebaikan atas bermanfaatnya dokumen ini oleh orang lain, termasuk saya. 

Bandung, Mei 2020 
(AS)

May 25, 2020

It's My Very Special Lebaran - The 1441 H

Hampir semua orang akan mengiyakan, jika ditanya ... Apakah tahun ini adalah lebaran yang paling tidak biasa atau berbeda? Ya, semua dikarenakan adanya pandemik Covid-19 ini. Berbagai kebijakan dikeluarkan, bahkan fatwa baru pun muncul. Mudik dilarang, Pulang Kampung? eh, sudahlah, itu bukan polemik yang harus diperbesar. Intinya, kebijakan dan fatwa tersebut muncul dengan tujuan pengendalian risiko Covid-19. Ada banya cerita dari teman - teman saya yang menggambarkan begitu berbedanya kondisi perayaan lebaran tahun ini. Sebagian besar merasakan pertama kali lebaran online!, pertama kalinya tidak mudik atau pertama kalinya tidak sholat ied di Masjid. 
Seorang teman, di Lampung, di postingan Instagram (IG) nya, mengungkapkan untuk pertama kalinya dia dan kedua anaknya tidak berlebaran dengan suami yang berdinas di Kalimantan yang tidak diperbolehkan mudik tahun ini. Lalu seorang temen kuliah, juga menyampakan di IGnya bahwa lebaran kali ini, pertama kalinya berlebaran di Jakarta, plus pertama kalinya mengimami sendiri Sholat Ied, termasuk khutbah sendiri. Seorang teman lain di Bekasi yang keluaga besarnya di Palembang juga menyampaikan betapa berbedanya tahun ini, karena  tidak dapat berkumpul dengan keluarga besar di Palembang, dan banya serba pertama lainnya. Namun,  beberapa teman lain, tetap masuk as usual, karena memang terkena jatah piket kesiapan pasokan listrik Idul Fitri. 



Lalu bagaimana saya pribadi dan keluarga saya, segimana berbeda ya? ya, hampir sama ... pertama kalinya tidak dikampung halaman saat lebaran selama kurun 35 tahun, pertama kalinya mengImami sholat ied, pertama kalinya lebaran tidak ada pergerakan (karena sudah mutasi ke Bandung), pertama kalinya lebaran online, pertama kalinya lebaran, pertama kalinya tidak mengajukan cuti lebaran, dan ... yang terasa sekali tentu ini : pertama kalinya lebaran ... tanpa Mamah. Mamah yang berpulang tepat pada saat tanggal SK Mutasi Dinas saya yang sangat beliau tunggu tunggu sejak pertama masuk perusahaan ini (hampir 12 tahun), 1 Desember 2019. Sangat berbeda bagi saya lebaran tahun ini. 
Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian, serta Allah ijinkan kita untuk bertemu dengan Romadhon mendatang. Selamat berlebaran dengan new normal. 

Bandung, 24 Mei 2020
(AS)



May 24, 2020

File Sharing : Standar SNI ISO 9001-2015



Dear visitors, 

Di bagian yang saya beri nama FILE 45 , saya akan sharing koleksi file yang saya simpan, baik : Peraturan, Standar, Artikel, Materi Presentasi, dll dalam format .pdf atau format lainnya. Khususnya terkait dengan kompetensi saya dalam topik HSE (Health, Safety & Environenment). Supaya bermanfaat saja, karena saya juga mendapat manfaat dari yang memberikan sebelumnya, baik langsung maupun tersedia di search engine. Hatur Nuhun. 

Share file kali ini :
  1. Standar SNI ISO 9001:2015 | Manajemen Mutu - Persyaratan
Semoga bermanfaat. 

*Disclimer : 
Dokumen ini adalah hasil googling dan download (lupa link awalnya), jadi saya bukan pemilik awal dokumen ini. Semoga pemilik sebelumnya mendapat kebaikan atas bermanfaatnya dokumen ini oleh orang lain, termasuk saya. 

Bandung, Mei 2020 
(AS)

May 23, 2020

File Sharing : ISO 9001-2015 & ISO 55001-2014 Standard




Dear visitors, 

Di bagian yang saya beri nama FILE 45 , saya akan sharing koleksi file yang saya simpan, baik : Peraturan, Standar, Artikel, Materi Presentasi, dll dalam format .pdf atau format lainnya. Khususnya terkait dengan kompetensi saya dalam topik HSE (Health, Safety & Environenment). Supaya bermanfaat saja, karena saya juga mendapat manfaat dari yang memberikan sebelumnya, baik langsung maupun tersedia di search engine. Hatur Nuhun. 

Share file kali ini :
  1. Standar ISO 9001:2015 | Quality Management System - Requirements                                                                                                                              
  2. Standar ISO 55001:2014 | Asset Management System - Requirements
Semoga bermanfaat. 

*Disclimer : 
Dokumen ini adalah hasil googling dan download (lupa link awalnya), jadi saya bukan pemilik awal dokumen ini. Semoga pemilik sebelumnya mendapat kebaikan atas bermanfaatnya dokumen ini oleh orang lain, termasuk saya. 

Bandung, Mei 2020 
(AS)

Antara Covid-19, WFH dan Zoom



2020, the special one. Bolehlah saya sebut begitu ... 

Soal Corona Virus Desease yang mulai muncul tahun 2019 (Covid-19) di Wuhan, Tiongkok, saya ga akan bahas banyak, sudah amat sangat banyak sumber yang lebih akurat. Sedikit saja soal statistik penyebaran di Indonesia per 22 Mei 2020.
 
DAILY CHANGE IN INDONESIA
New cases
Deaths
30 days
All
Textual representation of the graph showing number of confirmed cases on a daily basis
  1. 21 on Mar 15
  2. 17 on Mar 16
  3. 38 on Mar 17
  4. 55 on Mar 18
  5. 81 on Mar 19
  6. 61 on Mar 20
  7. 81 on Mar 21
  8. 64 on Mar 22
  9. 65 on Mar 23
  10. 106 on Mar 24
  11. 105 on Mar 25
  12. 103 on Mar 26
  13. 153 on Mar 27
  14. 109 on Mar 28
  15. 130 on Mar 29
  16. 129 on Mar 30
  17. 114 on Mar 31
  18. 149 on Apr 1
  19. 113 on Apr 2
  20. 196 on Apr 3
  21. 106 on Apr 4
  22. 181 on Apr 5
  23. 218 on Apr 6
  24. 247 on Apr 7
  25. 218 on Apr 8
  26. 337 on Apr 9
  27. 219 on Apr 10
  28. 330 on Apr 11
  29. 399 on Apr 12
  30. 316 on Apr 13
  31. 282 on Apr 14
  32. 297 on Apr 15
  33. 380 on Apr 16
  34. 407 on Apr 17
  35. 325 on Apr 18
  36. 327 on Apr 19
  37. 185 on Apr 20
  38. 375 on Apr 21
  39. 283 on Apr 22
  40. 357 on Apr 23
  41. 436 on Apr 24
  42. 396 on Apr 25
  43. 275 on Apr 26
  44. 214 on Apr 27
  45. 415 on Apr 28
  46. 260 on Apr 29
  47. 347 on Apr 30
  48. 433 on May 1
  49. 292 on May 2
  50. 349 on May 3
  51. 395 on May 4
  52. 484 on May 5
  53. 367 on May 6
  54. 338 on May 7
  55. 336 on May 8
  56. 533 on May 9
  57. 387 on May 10
  58. 233 on May 11
  59. 484 on May 12
  60. 689 on May 13
  61. 568 on May 14
  62. 490 on May 15
  63. 529 on May 16
  64. 489 on May 17
  65. 496 on May 18
  66. 486 on May 19
  67. 693 on May 20
  68. 973 on May 21
  69. 634 on May 22
Each day shows new cases reported since the previous day
TOTALS IN WEST JAVA
Confirmed
2,045
Recovered
471
Deaths
127
TOTALS IN INDONESIA
Confirmed
21,745
+634
Recovered
5,249
Deaths
1,351
+48
Banyak ya. Pertambahan terakhir mencapai 634 orang, dan kematian bertambah 48 orang. Ok, kita semua sepakat, kita harus menmbantu pemerintah (yang tentu saja artinya membantu kita juga). Saya pribadi dan saya yakin jutaan orang juga merasakan, kejenuhan yang luar biasa sejak Covid-19 ini ditetapkan sebagai pandemic, status pandemic, artinya berbicara global issue. Sebelum ini, 2 kali pandemic ditetapkan WHO yaitu, Sars-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrom) tahun 2002 teridentifikasi pertama kali di  China dan Mers-CoV (Middle East Respiratory Syndrom) pada tahun 2012 pertama kali teridentifikasi di Saudi Arabia dan yang terbaru si Covid-19 ini, pertama kali teridentifikasi di China/ Tiongkok juga. 
Secara serentak, dampak covid ini, tentunya selain dampak kesehatan seperti statistik diatas, semakin menjalar ke aspek lain, ekonomi sudah barang tentu, bahkan aspek paling asasi manusia, menjalankan ibadah! ini, jujur dampak yang saya sangat tidak sangka dan paling bikin saya ga nyaman. Salah satu contoh, Sebagai Pria Muslim, sholat di masjid punya kedudukan tinggi, bahkan Rasulullah SAW tidak pernah absen sholat lima waktu di Masjid berjamaah dan pernah dipapah untuk ke sholat di Masjid ketika beliau sakit. Pada waktu yang lain, seorang buta meminta keringanan kepada Rasulullah SAW untuk tidak sholat berjamaah di masjid karena udzur penglihaannya, Rasulallah SAWA tetap meminta si buta memenuhi panggilan adzan selama masih mendengarnya. Beberapa hadits shohih dari Abu Hurairah RA, Ibnu Umar RA, Anas RA memperkuat kedudukan Sholat 5 waktu berjamaah di Masjid. Lalu, sekarang (tentu ada hadits lain yang menganjurkan untuk menahan diri dirumah saat wabah/thaun terjadi, salah satunya diriwatkan Imam Ahmad) kita bersabar untuk tidak ke masjid. Dan beberapa hal lain, yang biasanya kita lakukan tidak dapat kita lakukan saat pandemik ini. Kita bahkan saling mencurigai orang lain menjadi carrier virus, sangat menjaga jarak, dll. Disini, saya mulai merasa aspek psikologis mulai terpengaruh, bener ga? kita bangsa yang senang berkumpul bukan? kegiatan yang bisa sangat murah meriah bahkan sangat mahal dan terbukti menjadi hal yang menyenangkan selama ini, tapi mari kita tetap bersabar. Aspek ekonomi, menurut saya aspek yang paling harus dikhawatirkan menurut saya. Punten, kesehatan memang sangat penting, tapi masih ada pengendalian risiko kesehatan yang bisa dilakukan oleh masing - masing individu yang sifatnya pencegahan, namun aspek ekonomi sudah berimbas pada kemampuan setiap individu untuk bertahan hidup dengan pendapatan yang ada saat ini. Yang ada? ya! faktanya covid-19 memaksa perusahaan untuk berhenti beroperasi dan akhirnya mengurangi jumlah karyawan, ojek, tukang beca, tukang parkir, buruh lepas harian berkurang pelanggan yang butuh jasa mereka, yang artinya mengurangi pendapatan dan mengurangi kemampuan bertahan hidupnya kan? bagaimana yang bahkan kemampuan bertahan hidupnya lebih rendah daripada pekerjaan harian? tapi mari kita tetap bersabar dan membantu semampu kita. 

Work from Home (WFH)
Saya menjalani WFH ini sdh hampir 2 bulan (bergantian, 2 bulan adalah total WFH saya, diantaranya ada Work at Office - WAO, bergantian), kesimpulan saya, WFH itu pada situasi job desc sebagai Environmental Engineer alias masih melakukan analisis, buka data , hitung hitungan, dan klarifikasi, WFH cukup menyiksa buat saya, mungkin klo saya seorang adminstrator atau pekerjaan saya besifat administratif, apalagi klo memang jika pekerjaan saya memang terbiasa remote, WFH will be fun i think. Singkat cerita, saya cukup menderita ketika saya bekerja dirumah dengan mindset kantor (beberapa interaksi, job done, fasilitas kerja memadai, fokus on duties, dll). WFH saya (dan tentu temen temen lain) dipenuhi dengan teriakan anak anak! hahaha... karena saya punya 3 jagoan sih, hee... maksud saya, saya tidak mungkin mengabaikan anak anak saya yang ingin bermain dengan bapaknya (yang biasanya hanya bisa sabtu minggu), namun saya juga menyadari, I'AM on DUTY! kebayangkan? belum lagi conference call yang mewarnai hampir setiap hari. 2 call dalam satu waktu beberapa kali terjadi, make a video call seperti pekerjaan sebenarnya, melebihi pekerjaan produktif yang produk kerjaanya memang ada. Saya masih beruntung masih memiliki staf yang bisa berbagi schedule conference, tapi bayangkan... sudah dishare begitu, saya masih merasa kebanyakan dan ingin saya hindari, haha ... sejatinya, bagi job desc dan keluarga berkrucil seperti saya, WFH tidak efektif dan cenderung annoying, walaupun saya bersyukur dengan adanya WFH, risiko terpapar covid-19 saya menurun dan banyak hal - hal menyenangkan lain saat WFH. Tapi mengambil esensi WFH, bagi saya tidak efektif, kecuali memang WFH adalah the new normal yang diterapkan perusahan saya, yaah... mungkin saya akan bikin rumah saya konsep SOHO (Small Office Home Office) dan menerapkan beberapa rule buat krucil - krucil, klo bisa. 
eh, tapi saya bikin inisatif bikin work management ke staf saya yang kebetulan kepake banget pas WFH sebagai monitoring pekerjaan mereka. Memanfaatkan googlesheet, saya input kerjaan dan memantau pekerjaan staf  staf saya, ketahuan deh mana yang efektif kerja mana ya ga. khusus ini yang tertarik, saya bisa share excel file nya. silahkan email saya di 45aepudin@gmail.com

Zoom Meeting
Conference call ga bisa dihindari, tapi pake apa? the old normal, kita pake fasilitas conference dengan device/ hardware mahal dan hanya tersedia di ruang rapat, lebih tepatnya sebagai community space, butuh personal space  sebagai saran kerja individu. Singkat kata, kami memilih aplikasi Zoom Meeting. Berbasis aplikasi yang tidak butuh hardware tambahan, cukup smartphone/ laptop/ komputer dengan webcam, dan sejenisnya dan tentunya koneksi inernet dengan bandwith lumayan, voilaaa ... case close buat tools komunikasi berbasis meeting dan face to face (baca : keliatan mukanya), plus bisa sharing data dan screen. Keunggulan ini, pada akhirnya menjadikan Zoom mengalahkan si establisment speerti Skype, Google Hangout/Duo, WhatsApp Call, dll. Aplikasi ini muncul pertama kali pada 2012, dan saya sangat yakin mereka sedang 'panen'. jikalau saya penganut Teori Konspirasi, tentulah saya akan berpikir bahwa 19 in i berkaitan dengan meraka, he... tapi aplikasi ini memang sangat cocok untuk personal space buat meeting, ditambah fitur invite via link, dengan jaringa whatsapp, Zoom menjadi kesenangan tersendiri, eitsss ... beneran loh, beberapa temen kantor, ketagihan pake Zoom. Saya sendiri berencana menggunakan Zoom ini sebagai the New Normal saya dalam memonitor kerjaan unit kerja dibawah saya. Yang tertarik coba Zoom, bisa ke Playstore atau AppStore atau ke webnya zoom.us. ga promosi, tapi ini aplikasi produktif menurut saya, walaupun sempat diragukan fitur keamanannya. (btw, gambar diatas salah satu tampilan saat Zoom Meeting digunakan). 

Well, kira - kira itulah yang saya rasakan yang saya sebut sebagai Covid-19 Experiences. So, mana Covid -19 Experiencses anda, sahre link ya, nanti saya baca baca juga. Dan tentu mari berharap pandemik ini segera berakhir dan kita bisa beraktivitas normal. Dan terakhir, sebagai muslim, saya meyakini ... ini adalah ujian bagi kita semua. Selayaknya ujian, mari bersabar dan berusaha yang terbaik lulus dari ujian dengan baik.

Bandung, 23 Mei 2020 
(AS)

Category