Sponsors

May 29, 2020

Welcome to New Normal


Per 28 Mei 2020, kasus positif Covid-19 telah mencapai 24.538 kasus, sebanyak 6.240 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 1.496 lainnya meninggal dunia. Dengan kasus sembuh terbanyak (1.702) dan meninggal terbanyak (509) di DKI Jakarta.  10 Wilayah Indonesia dengan penambahan terbanyak : 1) Jawa Timur (171), 2) Kalimantan Selatan (116), 3) DKI Jakarta (105), 4) Sulawesi Selatan (46), 5) Sumatera Utara (30), 6) Jawa Barat (25), 7) NTB (25), 8) Sumatera Selatan (21), 9) Papua Barat (20) dan 10) Maluku (18). Kabar baiknya 8 Wilayah Indonesia melaporkan tidak ada penambahan kasus bariu, yaitu : 1) DI Yogyakarta, 2) Bangka Belitung, 3) Jambi, 4) Kalimantan Utara, 5) Lampung, 6) Riau, 7) Sulawesi Barat dan 8) NTT (sumber : detik.com).
Beberapa daerah yang sedang menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) mulai merencanakan membuka PSBB meskipun dalam status masih memiliki penambahan kasus Covid-19. WHO membuat standar status wilayah terkendali Covid-19 jika Rt (Indeks Reproduksi Covid-19) diangka 1 selama 14 hari. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Gubernur saya), punya perencanaan menarik menurut saya, kebijakan diputuskan melalu perencanaan yang berbasis data. Rt di Jawa Barat selama 2 hari diangka 0,97. Dengan data ini, Jawa Barat merencanakan New Normal (atau Adaptasi Kebiasaan Baru) untuk 60% wilayah Jawa Barat dan 40 wilayah sisanya direncanakan melanjutkan PSBB sampai dengan 12 Juni 2020. New Normal pun dilakukan secara bertahap. Dibuka awal adalah tempat ibadah dan industri, sambil dievaluasi trendingnya, jika bagus akan dilanjutkan dengan pembukaan Mall/ Toko/ Restaurant, dll. Ini yang seharusnya dilakukan oleh penentu kebijakan dalamm situasi seperti ini. Gathering Data, Analyze dan Decide! . Saya pribadi menjadi lebih tenang dengan "perencanaan" yag dilakukan oleh Jawa Barat. 

New Normal
Menggunakan masker, selalu membawa hand sanitizer, naik ojek bawa helm sendiri, bawa bekal makan siang sendiri, tidak berjabat tangan, bawa perlengkapan sholat sendiri, menggunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift, sesering mungkin mencuci tangan, segera mengganti pakaian begitu sampai dirumah, tidak menyentuh peralatan yang digunakan bersama, menggunakan fasilitas video conference sering ... deretan aktivitas diatas sudah rutin dilakukan? so that, Welcome to The New Normal, hahahaha... 
Ya, deretan aktivitas diatas merupakan rentetan protokol pecegahan penularan Covid-19 yang wajib dilakukan saat PSBB dilepas dan mulai menerapkan New Normal, atau Adaptasi Kebiasaan Baru. Pandemik ini, memaksa dunia untuk 'berubah' dan beradaptasi, mengubah kebiasaan untuk bertahan hidup. New Normal disebut sebagai masa transisi menuju kehidupan normal yang baru. Pemerintah sendiri mendifinasikan New Normal sebagai skenario untuk mempercepat penanganan dan pemulihan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi (detik.com). Ahli Bahasa UI, Prof.Dr. Rahayu Surtiati Hidayat "Badan bahasa sudah memberikan istilah Indonesianya, yaitu Kenormalan Baru. Dalam Bahasa Inggris, Normal memang merupakan kata benda (nomina), namun dalam Bahasa Indonesia, Normal merupakan kata sifat (adjektifa) dengan kata benda (nomina) adalah Kenormalan. Sehingga dalam bahasa Indonesia New Normal adalah Kenormalan Baru", menarik. Dalam situasinya, penyebutan normal sudah benar, karena merujuk pada kondisi (nomina) yang tidak normal (adjektifa) dikarena dampak dari Covid-19. Istilah New Normal ternyata bukan pertama kalinya dicetuskan oleh dunia, dari Wikipedia, New Normal pernah dicetuskan saat Krisis Keuangan (Financial Crisis) pada tahun 2007 - 2008, Resesi Global (Global Resession) 2008 - 2012 dan sekarang Pandemik Covid-19. Namun, pada 2 konteks sebelumnya terkait dengan pemulihan aspek ekonomi. New Normal Pandemic lebih kepada adapatasi kebiasaan/ perilaku baru dari ketidaknormalan akibat pandemik ini. 
Izinkan saya menggambarkan skenario New Normal saya dalam keluarga (bapak 3 anak laki) dan pekerjaan (saya seorang HSE Engineer) : 
List Family New Normal
  1. Kurangi ke Mall jadi sebulan sekali (tapi ini memang lebih jarang sejak pindah Bandung, dibandingkan saat masih di Palembang, bisa 1 minggu sekali);
  2. Maen ke Taman (ini kesukaan anak - anak) 1 bulan sekali dan ke taman yang luas, pake masker, durasi ga lama - lama, bawa hand sanitizer;
  3. Bandwith Internet ditambah;
  4. Makan - makanan dari luar pesen online atau takeaway;
  5. Nambah mainan anak - anak biar ga bosen dan maen dirumah dulu;
  6. Stock makanan ditambah;
  7. Sering sepedaan;
  8. Komunikasi online dl;
  9. ... (ada ide ga nih temen - temen ... ?) 
List Job New Normal
  1. Lanjut ke kantor kendaraan pribadi;
  2. Dibawain bekal makan siang dari rumah;
  3. Ga usah salam - salaman dulu (apalagi bukan muhrim :D)
  4. Bawa tumbler dan gelas sendiri;
  5. Rapat online;
  6. Dinas hanya jika butuh ke site;
  7. Social distancing saat bekerja atau berinteraksi;
  8. ... apalagi ya... ada ide? 

Jadi, seperti apa nih, New Normal nya temen temen? 

Bandung, Mei 2020 
(AS)

No comments:

Post a Comment

Category